Kamis, 18 Desember 2014

MERINDUKANMU

MERINDUKANMU

Aku masuk ke sebuah toko buku yang pernah kita kunjungi berdua. Toko buku di pusat kota Semarang tempat yang tidak terlalu asing bagiku dan bagimu. Di sinilah tempat kencan kita terlewati. Aku melihat-lihat buku tertata dengan rapi pada raknya sesuai genre nya. Tak sengaja, sebuah lagu terputar disana, "You're beautiful by James Blunt". Sontak aku terkejut, aku teringat hingga membuat imajiku mengarahkanku untuk mengingatmu saat itu kesini bersamaku. Masih segar ingatanku tentangmu. Seolah km disisiku seperti saat itu. Penuh senyum menatapku. Tubuhmu yang belum lama ini pergi dengan kesibukanmu, perhatianmu yang mulai sangat berkurang membuatku merasa aneh   sepertinya bisa disebut dengan kesepian. Hingga aku bisa melangkahkan kaki ke toko buku itu.

Kali ini, tanpa ditemani olehmu, aku pergi bersama teman perempuanku. Aku  membayangkan kamu yang dulu pernah memberikan sebuah buku untukku berjudul "long distance relationship". Walaupun kita belum menjalaninya tapi rasanya sedang menjalani LDR. Terasa jauh tapi dekat, sepi, ingin ngobrol, bercanda, dan berkeluh kesah.

Dengan badan yang cukup lelah, aku pulang, setelah di kamar, aku mencoba menerjemahkan perasaanku. Mataku sudah sangat mengantuk, ditambah lagi perasaan aneh yang menggeluti setiap malam sehingga sulit untuk tidur. Aku tak lagi mendengar suaramu, pesanmu yang selalu mengantarkan tidurku.

Ada perasaan bingung, aku harus bersikap seperti apa untuk sekadar membuatmu tertawa sejenak bersamaku walau hanya dalam teks. Aku terlalu takut mengganggumu. Aku menyadari bahwa kamu tak lagi fokus denganku. Iya, aku paham dan mengerti. Aku mencoba merasa semua baik baik saja. Tapi tetap saja, aku merasakan rindu yang belum sempat kau obati. Kamu sedang sibuk mengejar sidang skripsi. Iya, aku paham Sayang.

Aku berbaring sambil menatap langit-langit kamar. Kukira dengan begini, aku bisa sejenak melupakan perasaan kangenku, tapi dengan menatap langit-langit kamar ini, aku jadi ingat peristiwa ketika aku merawatmu saat kamu terkena
demam kala itu. Aku yang membawakanmu
obat, kala itu hanya menjadi sosok pengganti ibumu yang tak bisa hadir ke tempat kosanmu.

Aku tidak peduli seberapa sibuknya kamu, aku hanya tahu kamu mencintaiku dan aku percaya saja padamu. Sebenarnya, aku sangat ingin menangis, tapi melihat perjuanganmu untuk bisa wisuda bersamaku, aku tak pernah ingin menambah bebanmu dengan aku bersedih. Doaku selalu menyertaimu. Sekarang, aku berusaha tidur lelap, dengan hujan di siang hari ini dengan memandangi fotomu. Dengan begini, aku akan tidur lebih pulas karena aku merasa sedang tertidur lelap dalam pelukanmu. I miss you. I always love you.

Rabu, 19 November 2014

Hello World!! I'm back!!

Hello world!!
Sudah lama sekali tidak meng-update blog ini. hehe
Mari berbagi cerita. Maret 2014, aku mulai sibuk menyusun skripsweet. Dari mulai bimbingan, mengumpulkan data, dan revisi. Sampai pada akhirnya tepat tangal 26 September 2014, I got my thesis aproval from my advisor. Senang rasanya karena pada akhirnya aku sampai ke tahap ini, aku merasa sedikit lega. Setelah itu, aku disibukkan dengan ujian dan sidang. 

Ada cerita menarik saat ujian kompre dengan salah satu dosen wanita yang bisa dibilang akrab denganku. Menariknya adalah ujian dengannya sangatlah lancar bahkan bukan seperti ujian, lebih tepatnya seperti biasanya aku bercanda dengannya di luar jam kuliah. Kemudian setelah selesai ujian kompre aku bersiap untuk menghadapi sidang skripsi pertama yang dijadwalkan di hari selanjutnya. Siang itu aku datang bersama Defa, kekasihku ke kampus. Sayang seribu sayang, dosen tersebut lupa akan janjinya sendiri untuk menguji skripsiku pada hari itu. Segala hal yang telah dipersiapkan gagal termasuk kejutan dari Defa yang sudah ia siapkan sebelumnya. Namun, demi membuatnya senang, aku menghargai usahanya dengan menyuruhnya memfotoku dengan apa yg telah ia siapkan. Aku tak ingin membuatnya kecewa ataupun sedih karena hari itu batal ujian skripsi. 

Aku ingin sekali dia bisa hadir dalam sidang skripsi. Tetapi, aku tak tahu mengapa dia begitu kukuh dengan keegoisannya. Pada sidang yang beneran sidang pun, dia tak bisa hadir karena dia memilih untuk pulang ke kampung halamannya. Padahal, aku ingin sekali dia bisa hadir di hari yang menurut aku penting. Awalnya aku memaklumi, mungkin dia sangat merindukan keluarganya. Akupun bisa menahan egoku untuknya. Aku tahu memang tak seharusnya aku egois memaksanya untuk bisa hadir di sidang pertamaku. Bagaimanapun ia masih memiliki keluarga. Aku biarkan ia untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya untuk beberapa hari. Kemudian, sidang kedua pun aku mengira dia sudah bisa kembali ke Semarang, lalu siangnya bisa menemuiku. Ternyata dugaanku salah, semua terjadi tidak seperti yang aku harapkan selama ini, foto bersamanya di balkon kampus lantai 2 yang sudah menjadi tempat ritual dimana mahasiswa yang lulus harus foto di tempat tersebut. Sedihnya, dia berkata bahwa besok kalau dia sidang, aku jangan hadir. Entah, mengapa kata-katanya begitu menyakitiku seolah ia tak butuh aku.

Tapi sudahlah, semua sudah terjadi. Aku berusaha mandiri, walaupun merasa sendiri. Sedih memang. Seperti halnya teman-temanku yang lain, kekasihnyapun menyempatkan hadir walaupun hanya sebentar dengan berbagai kesibukannya, walaupun ada juga yang hadir saat sidang sudah selesai, ada juga yang cuma mengantar lalu pamit untuk bekerja. Sebenarnya bukan soal bunga, atau apapun tapi kehadiran sdah cukup untukku. Kalau cewek lain pasti suda minta dibawakan bunga. Aku juga ingin sih tapi ia tak mungkin melakukan hal itu. Memberiku hadiahpun tak pernah. Aku suka diberi hadiah seperti yang lain juga api bukan berarti selalu minta diberi hadiah juga. hehe. Berilah kado terindah untuk orang yang spesial di momen penting di waktu yang tepat. 

Saat usia hubungan menginjak 2 tahun pun sebernarnya aku sangat menantikan, kejutan apasih yang akan aku dapatkan? Yg namanya kejutan pasti yang indah2 bukan yang sedih2 kan. Yaiyalah... haha Aku kan normal kalau Aku sebagai cewek juga ingin merasakan seperti yang lain. :( :(  yang dikasih hadiah sama pacarnya, gak harus mahal kan yg penting ada usahanya, bagaimanapun cinta butuh diperjuangkan dan dihidupkan. Gak cuma dihidupkan saat pdkt atau awal2 jadian aja hehe. Aku jg ingin merasakan seperti yang lain, merasakan pada umumnya jd ceweknya seorang cowok issh. Huuuaa jd sedih lagi kan. Sudahlah..lupakaaan.. Agak sulit untuk aku bicarakan hal ini denganmu langsung. Ada alasan tertentu, pada setiap hal yang tidak terungkapkan. There are words, better unheard, better unsaid...
Kau tak pernah benar-benar tahu. 
Apa yang kusembunyikan di balik tawa ketika menatapmu. 
Bahwa ada kecewa yang bisa jadi bersembunyi di balik itu,
ketika ingat sidangku, dan hari dimana seharusnya kita bahagia sudah 2 tahun.

Di balik cerita yang panjang ini,
Aku mendoakanmu diam-diam

Kau… semoga kau cepat lulus Sayangku..., Semangat berjuang ya
tolong jangan katakan lagi kalau aku jangan datang ke sidangmu.
Jika kamu baca tulisan ini suatu hari jangan marah ya.. aku tak ingin kamu marah ataupun sedih.

Dan kebahagiaanmu selalu jadi sesuatu yang penting bagiku. :)


Tetapi meskipun ia membuatku sedih dan kecewa, masih banyak kok segudang kebaikannya yang menutupi kekuranganya itu. Aku sangat menyayanginya. Melihat dia selalu tersenyum bahagia kalau mendengar ocehanku itu salah satu momen indah dalam hidup yang cukup berharga untuk dinikmati. Sebenarnya, Dia pria yg sangat baik, namun kadang-kadang dia kurang peka dengan apa yang aku mau dan apa yang sudah aku usahakan. Kadang-kadang, ia tak peduli dengan seberapa pentingnya untuk menghargai apa yang telah dilakukan orang untuknya dan seberapa pentingnya momen bersama orang yang penting untuknya, bisa dibilang dia kurang peka. Tapi, apapun itu, aku menerimanya, seperti ia menerimaku. Aku sangat menyayanginya dan masih banyak kebahagiaan lain yang harus digali denganku bersamanya. Masih banyak jg hal2 yang perlu Defa dan aku explore, perlu perbaiki satu sama lain. Hehe aku tak sabar untuk menantikanya bersama Defa. "Be Happy, keep strong! Tunjukkan betapa berharganya kamu untuknya" (ngomong sendiri) :D hahahaha dan masih banyak kebahagiaan juga yang akan kubagi disini. :) 


By the way busway, ketika aku menulis ini, I've got my humanities degree!! Selamat wisuda Januari!! :)

Selasa, 30 Juli 2013

Cerita di sebuah desa kecil

Cerita berawal ketika pada semester 6 ikut dalam rombongan KKN Tim II. Berada di sebuah desa kecil di kota Batang, bersama 9 orang teman baru dari fakultas dan jurusan yang berbeda-beda, karakter yang berbeda-beda. Kami ditempatkan di sebuah desa yang 75% adalah persawahan dan 25 % adalah pemukiman penduduk. Menempati sebuah rumah kecil milik warga, kami bersepuluh merasakan susah senang bersama-sama yang awalnya belum saling kenal, kini sudah seperti sebuah keluarga baru.