Minggu, 12 Februari 2012

Tulisan Yang Baik dan Seni Menulis Cepat


Pendahuluan
Good writing is purposeful, its says something and says it correctly
Good writing has “voice and “energy
Good writing is thoughtful and thought provoking
Good writing communicates an important message clearly to intended audience
Good writing expresses the writer self honestly and evokes a personal response in the reader
(Christopher C. Burnham)
Pernyataan di atas hanyalah merupakan sebagian dari penilaian bobot tulisan yang baik, antara lain: bermisi, menyuarakan sesuatu (kebenaran) dan memompakan semangat, mengajak pembaca berpikir dan bertindak, mengkomunikasikan pesan yang jelas di samping mengekspresikan pendapat/pemikiran penulis mengenai sesuatu hal yang akan mengundang respon/reaksi pembacanya.. Bagi kita, deretan bobot tersebut harus ditambah dengan kata: laku dijual (selling well). Sebab, kita menulis untuk tujuan suatu industri yaitu bermisi (75%) ‘making money. Bahkan kalau mungkin, tulisan kita bisa dijadikan ‘money machine(mesin uang), mengapa tidak?. Sebab, kita menulis untuk majalah komersil. Saya pernah menjalaninya selama delapan tahun, ketika saya bekerja di Majalah Wanita “Kartini dan kemudian memimpin Majalah “Jakarta-Jakarta Tetapi saya melihat, bagaimana pun, Majalah “Trubus masih mengemban misi idealis. Saya mengenal “Trubus sejak tahun 1976 ketika penampilannya masih ‘sangat lugu (tidak semewah sekarang ini) dan terbit (kalau tidak salah) bulanan. Sekarang, “Trubus menjadi majalah mingguan..
Menulis Cepat
Menjadi penulis untuk sebuah majalah mingguan dituntut mampu menulis cepat, walau tidak seberat wartawan sebuah harian. Cepat di sini dalam arti tidak bisa bersantai-santai menunggu ‘in the good-mood apalagi menanti datangnya inspirasi. Yang diwajibkan adalah: berpikir dan bertindak cepat dan tepat (akurat). Sebab akan tidak bermanfaat apabila bertindak cepat tetapi tidak tepat (salah/tidak akurat). Kesalahan dalam menulis untuk mass media-cetak (majalah, koran atau tabloid) akan menimbulkan kerugian antara lain:
(1) Memberi informasi yang salah kepada pembaca;
(2) Menurunkan bobot majalah dan (3) Bila fatal akan mengakibatkan polemik (mengundang pro dan kontra).
Ketiga faktor ini biasanya membuat manajemen resah, karena akan merugikan kinerja perusahaan.
Oleh karena itu, agar bisa menulis secara cepat dan tepat, diperlukan strategi proses menulis yang sistematis dan dinamis. Strategi ini bisa ditempuh melalui:
1.Merumuskan dahulu (dengan masak-masak) materi tulisan yang akan ditulis/digarap, sesuai dengan hasil rapat redaksi (tentunya menarik untuk pembaca dan punya selling point tinggi)
2.Mendata point-point materi yang akan ditulis melalui: membaca literature, survei/riset lapangan, mencari narasumber (wawancara) dan eksperimen (bila diperlukan)
3.Penjabaran point-point Butir 2
4.Menganalisis materi yang akan ditulis
5.Menulis, termasuk mengedit disesuaikan dengan jatah kolom/halaman yang akan memuat tulisan yang digarap
Proses Menulis Cepat
Materi yang bisa ditulis cepat pada umumnya berupa reportase dan artikel yang sifatnya informasi (bukan esei). Maka dari itu, artikel yang ditulis:
1.Benar-benar informatif membawa pesan jelas (komplit).
2.Sebagai daya tarik tulisan itu haruslah mampu menyuarakan/menyampaikan sesuatu yang diperlukan pembaca.
3.Cara atau gaya penyampaiannya bersifat provokasi (dalam arti positif).
4.Media untuk menyampaikannya adalah bahasa yang sesuai dengan misi majalah dan sasaran pembacanya. Majalah “Trubus  adalah majalah spesifik walau tidak terlalu segmented. Tentunya, bahasa yang dipergunakan tidak sama dengan bahasa untuk majalah berita (politik). Demikian pula jargon-jargonnya.
Seseorang mampu menulis dengan cepat dan tepat apabila yang bersangkutan menguasai tiga hal yaitu: <> 1.Memahami materi yang akan ditulisnya
2.Menguasai bahasa yang dipergunakan untuk menuliskan materi
3.Disiplin (mentaati dead-line).
Tanpa ketiga hal tersebut di atas, menulis cepat dan tepat akan sulit diwujudkan.
Mereka yang tidak sanggup akan merasa stress atau bekerja dalam tekanan. Akibatnya, kepala jadi pusing, perut mual dan kadang jadi pemarah dan ini akan menganggu rekan-rekannya produktif. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan tersebut, setiap orang yang ingin bisa menulis cepat hendaknya melakukan aktivitas yang sifatnya membantu kelancaran menulis yaitu dengan:
1.Banyak pembaca literature yang ada kaitannya dengan materi-materi yang akan ditulis
2.Terus menerus memperkaya kosa-kosa dari sumber berbagai bacaan dan rajin membaca kamus, khususnya kamus spesial yang ada kaitannya dengan misi majalah yang digarapnya. Misalnya, untuk menulis di Majalah “TrubusEperlu banyak membaca Kamus Biologi, Pertanian dan sejenisnya (maaf saya tidak begitu paham). Juga, menguasai istilah asing untuk nama-nama flora dan fauna.
3.Tidak suka menunda pekerjaan. Sebab, mereka yang suka menunda pekerjaan biasanya menjadi ‘malas menulis.
4.Taati deadline dengan cara bekerja tepat waktu dan mengurangi banyak bicara dengan rekan-rekan sekitar
5.Banyak praktik menulis untuk mengasah daya pikir dan ketrampilan proses menulis.
6.Temukan jam produktif menulis bagi diri masing-masing. Saya pribadi (setelah menjadi penulis lepas), biasa menulis produktif mulai pukul 03.00 (dini hari) sampai pukul 10.00, kemudian tidur sepanjang hari. Mulai produktif lagi pada pukul 16.00 -22.00, tetapi saya pergunakan untuk membaca. Di sela-sela membaca saya suka telepon teman atau SMS sebagai selingan/hiburan. Bila sepanjang hari ada acara, saya menulis hanya dari pukul 03.00 -E06.00. Di perjalanan saya suka membaca, sampai berjam-jam dan sampai di rumah (kalau tidak lelah) saya menulis.
7.Melakukan kegiatan menulis dengan semboyan writing for fun bukan menganggap writing is burden. Saya pribadi punya semboyan writing is paradise. Saya beranggapan demikian karena saya sangat mencintai dunia menulis sepertihalnya saya sangat suka membaca.
Menulis dalam Kepala
Saya mendapat istilah ‘menulis dalam kepala ketika belajar creative writing di Australia. Proses ini disebut mapping-mind. ‘Menulis dalam kepala (MDK) menurut pengalaman saya sangat cocok diterapkan oleh mereka yang dituntut menulis cepat. Hal ini ditegaskan oleh pengalaman Gary Provost yang menulis buku laris berjudul 100 Ways To Improve Your Writing.
Gary Provost mantan wartawan harian terkemuka di AS, kemudian menjadi wartawan lepas karena berambisi menulis buku (yang memerlukan waktu banyak untuk memcari bahan dan menulis) tentang pengalamannya sebagai wartawan. Ia menegaskan, hanya orang-orang yang bisa menulis cepat dan tepat yang bisa menjadi wartawan dan penulis yang baik dan produktif. Salah satu resepnya untuk menjadi penulis cepat dan tepat adalah melakukan MDK. Ini bisa dilakukan di mana saja, termasuk di perjalanan sambil mengemudi mobil. Asalkan, dilakukan dengan tanpa tekanan, tanpa beban, sehingga menyenangkan (termasuk tidak menganggu konsentrasi mengemudi mobil).
MDK bisa dilakukan dengan lancar apabila yang menjalankannya dengan senang, rileks dan menganggap itu suatu kebutuhan hidup. Maka dari itu, meskipun tidak sedang di depan mesin tulis, maka berlaku/bertindak seperti sedang di depan mesin tulis. Yang dilakukan antara lain:
1.Membuat/menentukan judul
2.Menentukan plot tulisan
3.Menganalisa hal-hal yang perlu ditonjolkan dalam tulisan
4.Membuat kesimpulan
5.Memikirkan strukur
6.Mereka-reka gaya bahasa
7.Memikirkan panjang tulisan
Ketujuh unsur ini bila digarap matang, maka begitu berada di depan mesin tulis langsung bisa on (menulis). Pengalaman saya, menulis beberapa buku saya selesaikan melalui MDK dalam perjalanan saya yang panjang (kebetulan saya suka traveling) dan pada saat-saat saya menikmati suatu pemandangan atau duduk-duduk sambil makan (saya kebetulan suka makan dan menikmati pemandangan indah khususnya laut, pegunungan dan langit). Tempat-tempat tersebut bagi saya sangat inspiratif.
Menghadapi Blocking
Kegiatan menulis adalah aktivitas yang terdiri lima rangkaian yaitu:
1.Menggunakan pikiran (konsentrasi tinggi)
2.Mengimplementasikan pengetahuan
3.Suasana hati indah (good feelings/in the good mood)
4.Kondisi tubuh yang fit
5.Tempat kerja yang nyaman
Bila kelima unsur tersebut terpenuhi, proses menulis biasanya berjalan lancar. Sayangnya, keadaan tidak selalu bisa demikian ideal. Banyak hal yang membuat kelima t unsur itu tidak bisa menyertai pada waktu kita menulis. Akibatnya, terjadi blocking proses menulis tiba-tiba mandeg. Blocking disebut pula ‘mampet  sehingga sulit menulis.
Bagi penulis lepas, terjadinya blocking bisa ditolerir. Tetapi akan menjadi masalah bila seorang penulis tetap/wartawan di sebuah mass-media sering mengalami blocking. Tentu ia akan dicap ‘tidak produktif sebagai pengganti sebutan malas. Bahkan bila sudah keterlaluan sangat mungkin diberhentikan.
Bagaimana pun, terjadinya blocking sifatnya alami (tidak dibuat-buat). Jadi, bagi yang sedang mengalami blocking hendaknya jangan disalah-salahkan atau dimarahi-marahi. Yang perlu dilakukan adalah mencari jalan keluar untuk membebaskan diri dari jeratan kemampetan tersebut, antara lain:
2.Lupakan atau singkirkan hal-hal yang membuat Anda merasa ‘mampet (membuat pikiran terganggu).
3.Tarik nafas sebentar, sambil jalan-jalan melemaskan otot atau ngobrol sejenak dengan teman. Atau, mungkin minum secangkir kopi?
4.Bila ruangan/tempat kerja penyebab mampet, pindahkan mesin tulis Anda ke ruangan yang lebih baik/mendukung proses menulis
5.Bila penyebabnya kekurangan bahan, cepat-cepat membaca (mencari pelengkapnya)
6.Bila penyebabnya tubuh kurang sehat, ini yang sulit diatasi. Oleh karena itu bila Anda telah memutuskan menjadi penulis/wartawan tetap hendaknya pandai-pandai menjaga kesehatan.
7.Bila penyebabnya merasa ‘tidak in the mood atau sedang bad mood hal itu harus diusir jauh-jauh karena Anda dituntut untuk senantisa in the good mood. Anda bekerja mengejar argo deadline. Bila Anda tidak mampu mengejar maka akan ketinggalan, berarti gagal. Dampaknya, diberhentikan.
8.Memacu diri agar tetap menulis
Agar Tetap In The Mood
Agar tetap in the mood sebagai penulis cepat, maka perlu memposisikan diri sebagai penulis yang produktif. Maksudnya, penulis yang mampu menulis sesuai dengan tugas yang diberikan. Kuncinya, harus senantiasa memposisikan diri di track penulis cepat dengan bekal:
1.Terus mengembangkan dan memperluas wawasan pengetahuan yang diperlukan untuk menulis cepat. Cara yang paling baik adalah membaca buku-buku yang ada kaitannya dengan materi tersebut.
2.Banyak bergaul (mingle) dengan para pakar dan praktisi yang ada kaitannya dengan Butir 1, agar dapat menghasilkan karya yang menarik (disukai pembaca)
3.Meningkatkan kemampuan menulis (berikut editing) melalui praktik k menulis dan membaca tulisan penulis senior yang Anda anggap baik (idola)
4.Meningkatkan kemampuan penguasaan bahasa (multi bahasa) untuk memperkuat gaya penulisan
5.Mau menerima kritik, saran dan pelatihan-pelatihan penulisan (writing-workshop)
6. Menjaga kesehatan secara optimal agar tahan menulis berjam-jam atau menulis dalam kondisi tekanan (dikejar dealine).
7.Jangan jemu-jemu ber-MDK
Selamat menulis cepat.
Daftar Pustaka
Burham, Christopher C, 1996. Writing From Inside Out. Orlando-Florida: Harcourt Brace Jovanovich Publishers.
Peter, Pam, 1990. The Macquarie File Writers Guide. Queensland: Jacaranda Press
Pranoto, Naning, 2004. Creative Writing 72 Seni Mengarang. Jakarta: Primamedia Pustaka
Provost, Gary, 1985. 100 Ways To Improve Your Writing. New York: Penguin Book
Warriner, John E, 1977. Advance Composition: A Book of Models for Writing. Orlando-Florida: Harcourt Barce Jovanovich Publishers

Stating an opinion:
Introduction
a) Examine the statement and define what it means.
b) Say how you are going to deal with the problem.
Development
a) Decide what your point of view is going to be.
b) First look at the opposite point of view.
c) Then develop your own argument in a logical way.
d) Each paragraph you write must add something new to your argument.
Conclusion
a) State the conclusion which follows from your arguments.
b) Sometimes there is no clear solution to the problem contained in the question. In this case you might suggest a solution but point out that it is only one of a number of alternatives.

The following phrases may help you:
Introduction:
a) Examine the statement and define what it means.
Let's examine what .... means. 
It is generally believed that... 
Most people think that... 
At first sight this statement seems to be true.
b) Say how you are going to deal with the problem.
The first thing that comes to my mind is... 
In the first place I'd like to say that... 
First of all let's get the facts straight. 
Let's begin with the fact that... 
Let me make quite clear from the start that... 
The first question we have to answer is if / wh.... 
First we must define what we mean by... 
Let's start by weighing up the pros and cons.
Development:
a) Decide what your point of view is going to be.
I'm of the opinion that...
b) First look at the opposite point of view.
It might be argued that... 
One could well say that... 
It is often generally accepted that... 
There is some evidence to suggest that... 
On the one hand .. but on the other hand ...
c) Then develop your own argument in a logical way.
Nevertheless... 
However... 
It is only partly true that... 
Although... 
Every argument has two sides. 
Take for example... 
There seems to be a contradiction here. 
Let us now return to...
d) Each paragraph you write or say must add something new to your argument.
This brings me to the next point. 
A further point to consider is... 
We have to admit that... 
It is important to realize that... 
In addition to this point I want to stress that... 
Moreover... 
There can be no doubt that... 
Everybody knows that this is so.
Conclusion:
a) State the conclusion which follows from your arguments.
It is for this reason that I believe that... 
The simple truth is that... 
It is only fair to say that...
b) Suggest a solution but point out that it is only one of a number of alternatives.
My own view of the matter is... 
So all in all I believe that...

Topics for Form 9 and 10:
  HOMEWORK 
http://www.kfmaas.de/bullet1.gif
  TEACHERS 
http://www.kfmaas.de/bullet1.gif
  TESTS 
http://www.kfmaas.de/bullet1.gif
  SCHOOL REPORTS 
http://www.kfmaas.de/bullet1.gif
  PARENTS 
http://www.kfmaas.de/bullet1.gif
  POCKET MONEY 
http://www.kfmaas.de/bullet1.gif
  LEAVING SCHOOL EARLY 
http://www.kfmaas.de/bullet1.gif
  TEENAGE MARRIAGE 
http://www.kfmaas.de/bullet1.gif
  TAKING DRUGS 
http://www.kfmaas.de/bullet1.gif
  SMOKING 
http://www.kfmaas.de/bullet1.gif
  DRINKING ALCOHOL 
http://www.kfmaas.de/bullet1.gif
  DRIVING LICENSE AT 16 
http://www.kfmaas.de/bullet1.gif
 "The youth today loves luxury, is ill-mannered, ignores authority and has no respect for age. 
      Today's children are tyrants. They no longer stand up when an older person enters the 
      room. They argue with their parents, talk during meals and tyrannize their teachers." 
                                                                                                                                    (Sokrates 399 B.C.)
    Make up a one-minute speech stating your opinion. The list of functions may help you.
Make a one-minute speech on "Youth" 
 
"The youth today loves luxury, is ill-mannered, ignores authority and has no respect for age. Today's children are tyrants. They no longer stand up when an older person enters the room. They argue with their parents, talk during meals and tyrannize their teachers." 
 
Make up a one-minute speech stating your opinion. The following functions may help you. 
 
Introduction:
a) Let's examine what .... means.
It is generally believed that...
Most people think that...
At first sight this statement seems to be true.
b) The first thing that comes to my mind is..
In the first place I'd like to say that..
First of all let's get the facts straight.
Let's begin with the fact that...
Let me make quite clear from the start that...
The first question we have to answer is if/wh...
First we must define what we mean by..
Let's start by weighing up the pros and cons.
Development:
a) I'm of the opinion that...
b) It might be argued that..
One could well say that... 
It is often generally accepted that..
There is some evidence to suggest that..
On the one hand .. but on the other hand ..
c) Nevertheless ...
However..
It is only partly true that..
Although...
Every argument has two sides.
Take for example.. 
There seems to be a contradiction here.
Let us now return to..
d) This brings me to the next point.
A further point to consider is... 
We have to admit that...
It is important to realize that...
In addition to this point I want to stress ...
Moreover.....
There can be no doubt that
Everybody knows that this is so.
Conclusion:
It is for this reason that I believe that
The simple truth is that..
It is only fair to say that....
My own view of the matter is...
So all in all I believe that...

Communicating with Body Language


All speakers feel a little nervous, at least when starting a presentation. That is quite natural. As the speaker, you are the centre of attention and you know that everybody is looking at you. What you need to communicate is a feeling of confidence and relaxation. Your body can help you to do this. The clothes you wear, the way you stand or walk, your facial expressions, your hand and arm movements - these are the language of your body, your body language.

Body language communicates at least as much as words. Even when you are not speaking, even before you start speaking, your body is communicating to your audience.

Actors use body language very effectively. They cannot act without body language. Every time you watch a film on television or in the cinema, you are watching actors using body language to convey a particular character, an emotion, a feeling, a situation.

So look on body language as a positive, powerful tool to help you in your mission.

·        First of all, your appearance (clothes, hair etc)! It is essential that you dress appropriately and have well-groomed hair. Your audience will be distracted if your clothes are sloppy or flashy.

·        Smile! When you enter, or as you are being introduced, smile warmly. Not too much! It should be a warm and sincere smile. You may feel nervous at this time. But this is when the audience is assessing and analysing you. So stand erect and remain calm.

·        Do not lean on the podium or table. Leaning on a support suggests to your audience that you are weak or nervous.

·        Continue to smile slightly at the beginning of your presentation. Then become gradually a little more serious as you tell your audience what you are going to talk about.

·        Do not point your finger at the audience. This can seem very aggressive. If you want to use your hands, show your open palms with your hands spread wide. This is generally an appealing, positive gesture.

·        Use occasional arm movements to underline important points. If you wave your arms around all the time, you will simply distract your audience. You will not communicate your real message. But the occasional arm movement can be useful in stressing something important.



·        Look at your audience. Maintain eye contact. Make eye contact with every person in the room. Do not look only at one person. Look at each person individually, as though you are talking to that person as an individual. Would you buy a car from a car salesman who refused to look at you when talking to you?

·        Do not walk around too much. It may make you feel better to walk up and down like a lion in a cage, but it is distracting for your audience. However, you can certainly walk a little, change your position occasionally, perhaps to make an important point or just to add variety to your presentation.

·        Use your head! Movements of your head and expressions of your face can add weight to what your words are saying. When making a negative point, you can shake your head from side to side. When making a positive point, you can nod your head up and down. You can raise your eyebrows, for example, or remove your glasses for special effect or to underline a point.

·        Control your voice! Speak slowly and clearly. To underline a special point, go even more slowly. Repeat a sentence if it is important. That's right. Repeat a sentence if it is important. You can also say the same thing again in a different way. Let your voice go up and down in volume (speak loudly, then quietly). And - sometimes - you can just stop speaking completely. Say nothing for a short time. A silent pause is a very powerful way of communicating.

This document may be copied and distributed in its entirety for non-commercial purposes
provided its content is not modified. © http://www.englishclub.com 2002 All rights reserve